Seorang warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bernama Gimah, menjadi perbincangan warganet setelah video curhatannya terkait kehidupan di sekitar Gunung Semeru beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, perempuan paruh baya itu mengungkapkan kegelisahannya hidup berdampingan dengan gunung api tertinggi di Pulau Jawa. Dengan nada sederhana namun sarat makna, Gimah menyampaikan harapan agar Gunung Semeru dapat “dipindahkan” demi memberikan rasa aman bagi warga sekitar.
“Coba dipindah sama bapak itu gunung, dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini. Masak empat tahun sekali erupsi,” ucap Gimah dalam video yang viral tersebut.
Ia juga sempat menyebut nama Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, sembari berseloroh mengenai kemungkinan menutup kawah Gunung Semeru. Meski disampaikan dengan gaya lugu dan terkesan humoris, pernyataan itu dinilai mencerminkan kelelahan psikologis dan kekhawatiran warga yang telah lama hidup dalam bayang-bayang bencana alam.
Gimah mengungkapkan bahwa pengalaman menghadapi erupsi Gunung Semeru meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya dan masyarakat sekitar. Peristiwa letusan gunung api yang terjadi berulang kali dinilai sebagai pengalaman berat yang sulit dilupakan.
Curahan hati tersebut kemudian dianggap mewakili perasaan banyak warga yang tinggal di lereng Gunung Semeru, yang harus terus beradaptasi dengan risiko erupsi. Video itu memicu simpati warganet dan kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial dan psikologis masyarakat di wilayah rawan bencana.
Video tersebut diketahui berasal dari platform TikTok dengan akun @tni_in_action.
@tni_in_action pengakuan korban bencana semeru tniad semeru
