Astronaut Artemis II Bagikan Pengalaman Usai Misi, Gambarkan Bumi Tampak Kecil dari Luar Angkasa

Astronaut Artemis 2

Empat astronaut dari misi Artemis II akhirnya menyampaikan pengalaman mereka kepada publik untuk pertama kalinya setelah kembali ke Bumi. Momen tersebut berlangsung dalam penyambutan di Johnson Space Center, Houston, Amerika Serikat, dan diwarnai dengan berbagai ungkapan emosional dari para kru.

Keempat astronaut tersebut adalah Reid Wiseman selaku komandan misi, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada (CSA). Mereka menyelesaikan perjalanan sejauh sekitar 1,1 juta kilometer selama 10 hari mengelilingi Bulan, sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik pada Jumat (10/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, para astronaut berbagi pengalaman yang mereka sebut sebagai salah satu momen paling berkesan dalam hidup. Reid Wiseman mengaku kesulitan menggambarkan perasaannya saat melihat Bumi dari kejauhan. Ia menyebut bahwa sekitar satu hari sebelumnya, Bumi hanya tampak sangat kecil dari jendela kapsul.

Sementara itu, Christina Koch memberikan gambaran yang lebih mendalam dengan menyebut Bumi terlihat seperti “sekoci” yang mengapung di tengah luasnya alam semesta. Menurutnya, pemandangan tersebut memberikan perspektif baru tentang kehidupan manusia yang saling terhubung di satu planet yang sama.

Victor Glover mengungkapkan bahwa dirinya masih memproses pengalaman tersebut, dan memilih mengekspresikannya melalui rasa syukur. Adapun Jeremy Hansen menyoroti pentingnya kebersamaan tim, dengan memperkenalkan istilah “joy train” atau “kereta kegembiraan” sebagai filosofi untuk menjaga semangat dalam menjalani misi.

Keberhasilan Artemis II juga dinilai sebagai langkah penting menuju misi berikutnya. Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut misi ini sebagai tonggak awal dalam upaya manusia kembali ke Bulan. Ia menyampaikan bahwa perakitan wahana untuk misi lanjutan, Artemis III, tengah dipersiapkan dengan target peluncuran pada 2027.

Senada dengan itu, pejabat NASA lainnya, Amit Kshatriya, menyatakan bahwa keberhasilan misi ini membuka peluang bagi manusia untuk kembali mendarat dan bahkan menetap di Bulan di masa mendatang.

Misi Artemis II juga mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk rekor jarak terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi, yakni lebih dari 405.000 kilometer, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh misi Apollo 13. Selain itu, misi ini menjadi penerbangan berawak pertama menuju Bulan sejak Apollo 17.

Dalam perjalanan kembali ke Bumi, kapsul Orion yang digunakan para astronaut juga berhasil melewati fase kritis saat memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 40.000 km/jam, sekaligus menguji ketahanan teknologi pelindung panas yang digunakan dalam misi tersebut.

Share

Scroll to Top