Beras Tumpah di Jalan, Bocah Ini Kumpulkan Satu per Satu

Bocah Kumpulkan Beras

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan momen mengharukan di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Dalam rekaman tersebut, seorang anak laki-laki terlihat memunguti dan mengumpulkan butiran beras yang tercecer di jalan saat proses pembongkaran muatan beras.

Video yang diunggah melalui akun TikTok itmamul.wafaa itu memperlihatkan sang anak menggunakan sapu untuk mengumpulkan beras yang berjatuhan di sekitar lokasi bongkar muat. Aksi sederhana tersebut kemudian viral dan menyita perhatian warganet.

Dalam rekaman, anak itu tampak tekun menyapu dan mengumpulkan beras yang tercecer, seolah tidak ingin satu butir pun terbuang sia-sia. Tidak diketahui secara pasti identitas maupun latar belakang anak tersebut. Namun, peristiwa itu dinilai banyak orang sebagai gambaran nyata perjuangan sebagian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Unggahan tersebut memicu beragam respons di kolom komentar. Sejumlah warganet mengaitkan peristiwa itu dengan pentingnya menghargai makanan dan tidak menyisakan nasi saat makan. Ada pula yang membagikan kisah pribadi tentang pengalaman masa kecil yang serupa, ketika harus mengumpulkan beras tercecer demi bisa makan bersama keluarga.

Salah satu komentar yang ramai dibagikan menceritakan pengalaman seseorang yang memiliki teman sekolah dasar yang kerap melakukan hal serupa. Dari beras yang berhasil dikumpulkan, sang ibu disebut memasakkan nasi goreng sederhana yang menjadi makanan favorit keluarga. Kisah itu kemudian menjadi refleksi tentang arti berbagi dan menghargai rezeki sekecil apa pun.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah, masih ada masyarakat yang harus berjuang keras untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Aksi bocah tersebut juga memunculkan diskusi luas mengenai kepedulian sosial dan kesadaran untuk tidak menyia-nyiakan makanan.

Meski hanya berupa potongan video singkat, momen tersebut berhasil menyentuh banyak orang dan mengundang empati publik terhadap realitas kehidupan yang mungkin luput dari perhatian.

Lihat Video

Share

Scroll to Top