Layanan Wi-Fi di dalam pesawat kini semakin umum tersedia, memungkinkan penumpang tetap terhubung selama perjalanan di udara. Meski dinilai relatif lebih aman dibandingkan Wi-Fi publik di darat, para ahli keamanan siber mengingatkan bahwa risiko tetap ada dan pengguna perlu berhati-hati.
Mengacu pada laporan Travel+Leisure, sejumlah pakar menyebutkan bahwa jaringan Wi-Fi di pesawat cenderung memiliki tingkat keamanan lebih baik karena jumlah pengguna yang terbatas, sehingga peluang adanya peretas aktif lebih kecil. Namun demikian, jaringan ini tetap termasuk dalam kategori publik yang digunakan bersama oleh banyak perangkat.
Profesor ilmu komputer dari Stony Brook University, Nick Nikiforakis, menjelaskan bahwa salah satu ancaman utama adalah serangan “evil twin”. Dalam metode ini, peretas membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang menyerupai jaringan resmi, sehingga pengguna tanpa sadar terhubung ke jaringan berbahaya.
Risiko Keamanan Tetap Ada di Jaringan Publik
Selain potensi jaringan palsu, risiko lain muncul karena banyaknya perangkat yang terhubung dalam satu jaringan tanpa kontrol penuh dari pengguna. Kepala petugas keamanan informasi di iVerify, Mike Rosen, menyebutkan bahwa penyedia layanan biasanya telah menerapkan sistem enkripsi serta pemisahan lalu lintas data untuk melindungi pengguna.
Maskapai seperti Delta Air Lines juga menegaskan bahwa sistem Wi-Fi mereka dirancang untuk memisahkan aktivitas penumpang dari sistem kontrol pesawat. Hal ini membuat risiko gangguan terhadap navigasi dan keselamatan penerbangan sangat kecil.
Meski demikian, sebagian besar layanan Wi-Fi di pesawat dikelola oleh pihak ketiga seperti Gogo, Viasat, atau Starlink. Kondisi ini membuat pengguna tidak dapat sepenuhnya memastikan tingkat keamanan sistem yang digunakan.
Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari
Para ahli menyarankan agar penumpang menghindari aktivitas yang bersifat sensitif saat menggunakan Wi-Fi di pesawat. Beberapa di antaranya meliputi:
- Mengakses layanan perbankan atau akun keuangan
- Masuk ke sistem kerja tanpa perlindungan tambahan
- Melakukan reset kata sandi atau mengisi data pribadi
Aktivitas tersebut dinilai rentan terhadap serangan seperti man-in-the-middle yang dapat mencuri data penting pengguna.
Tips Aman Menggunakan Wi-Fi di Pesawat
Untuk meminimalkan risiko, para pakar keamanan siber merekomendasikan sejumlah langkah perlindungan berikut:
- Menggunakan VPN (Virtual Private Network) untuk mengenkripsi data
- Memastikan situs yang diakses menggunakan protokol HTTPS
- Menonaktifkan fitur auto-connect pada perangkat
- Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun penting
- Memperbarui sistem dan aplikasi secara berkala
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, penumpang dapat tetap menikmati konektivitas selama penerbangan tanpa mengabaikan aspek keamanan data pribadi.
