Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan praktik terapi alternatif terhadap balita di Palembang, Sumatera Selatan, yang memicu perhatian publik. Rekaman tersebut dibagikan melalui platform TikTok oleh akun Intan Retno Safitri.
Dalam video tersebut, seorang terapis terlihat menggunakan alat berupa kayu pijat yang dibalut daun sirih untuk melakukan penotokan pada tubuh seorang balita. Selama proses berlangsung, anak tersebut tampak menangis histeris.
Pemilik praktik disebut mengklaim bahwa metode tersebut dapat membantu balita tidur lebih nyenyak dan mengurangi kerewelan di malam hari. Teknik yang dikenal sebagai “totok sirih” merupakan bagian dari pengobatan alternatif yang memanfaatkan daun sirih, yang dipercaya memiliki kandungan antiseptik dan digunakan sebagai media dalam terapi saraf.
Namun demikian, sejumlah ahli medis menegaskan bahwa metode tersebut belum memiliki bukti ilmiah yang memadai terkait efektivitas maupun keamanannya, terutama jika diterapkan pada anak-anak.
Para tenaga kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih metode pengobatan, serta tidak menjadikan terapi alternatif sebagai pengganti pengobatan medis yang telah teruji. Pendampingan tenaga medis profesional dinilai penting, khususnya dalam penanganan kesehatan balita.
Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi publik mengenai praktik pengobatan alternatif dan pentingnya memastikan keamanan serta dasar ilmiah sebelum diterapkan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
