Sebuah video yang beredar di media sosial kembali membuka mata publik tentang realitas pendidikan di daerah. Unggahan akun TikTok pasjastippasstore menampilkan sosok Marselinus Beke, siswa kelas 1 di SD Inpres Golo Lambo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam video tersebut, Marselinus terlihat tetap berangkat ke sekolah dengan mengenakan sepatu yang sudah rusak dan pakaian yang tampak kusut. Kondisi perlengkapan sekolahnya dinilai sudah tidak layak pakai. Meski demikian, ia tetap hadir di kelas dengan wajah ceria dan senyum lebar.
Kisah ini disampaikan oleh Kepala SD Inpres Golo Lambo, Tomi Jemahan, yang membagikan kondisi tersebut sebagai bagian dari refleksi atas persoalan sosial yang masih dihadapi sebagian anak-anak di daerah. Menurut keterangan dalam unggahan, Marselinus dikenal sebagai siswa yang cerdas di kelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak sekolah bergerak cepat. Kepala sekolah disebut langsung membelikan sepatu dan kaus kaki baru untuk Marselinus. Anak tersebut dilaporkan menerima bantuan itu dengan penuh rasa syukur dan mengucapkan terima kasih berulang kali.
Unggahan itu juga menyinggung kondisi keseharian siswa di sekolah tersebut. Saat pembagian makanan bergizi (MBG), anak-anak disebut sangat antusias. Dalam cerita yang dibagikan, Marselinus dan beberapa siswa lainnya jarang mengonsumsi daging dalam kehidupan sehari-hari, sehingga momen tersebut menjadi sesuatu yang istimewa bagi mereka.
Selain itu, diceritakan pula bahwa kakak Marselinus yang juga dikenal berprestasi harus menghentikan pendidikan hingga jenjang SMP karena keterbatasan biaya.
Kisah ini memicu empati dari warganet dan menjadi pengingat bahwa masih terdapat tantangan akses dan kesejahteraan pendidikan di sejumlah wilayah. Di tengah berbagai pencapaian pembangunan, cerita-cerita seperti ini menunjukkan bahwa masih ada anak-anak yang berjuang untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Pihak sekolah menyampaikan harapan agar cerita semacam ini dapat menjadi refleksi bersama, sekaligus mendorong kepedulian terhadap kondisi siswa di berbagai daerah. Semangat belajar yang ditunjukkan Marselinus menjadi gambaran bahwa keterbatasan tidak memadamkan tekad untuk menimba ilmu dan meraih masa depan yang lebih baik.
