Sebuah video yang menampilkan curahan hati sejumlah guru honorer kembali memicu perhatian publik di media sosial. Dalam rekaman tersebut, beberapa guru honorer tampak menitikkan air mata saat menceritakan kondisi kesejahteraan yang mereka alami hingga saat ini.
Isu rendahnya upah guru honorer memang bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, para pendidik non-pegawai negeri ini kerap dihadapkan pada penghasilan yang dinilai belum sebanding dengan tanggung jawab dan peran mereka dalam dunia pendidikan. Tidak sedikit di antara mereka yang masih berjuang tanpa kepastian status, termasuk belum berhasil lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalam video yang beredar, salah seorang guru honorer mengungkapkan perasaannya sambil menangis ketika mengetahui adanya perbedaan pendapatan yang cukup jauh antara gaji guru honorer dengan upah sopir mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unggahan tersebut disertai keterangan bertuliskan, “Guru honorer ini menangis saat tahu gaji sopir MBG lebih tinggi dari gajinya,” yang dikutip pada Selasa (20/1/2026).
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons dari warganet. Sebagian netizen menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah terkait sistem pengupahan guru honorer. Ada pula yang menilai kondisi tersebut mencerminkan realitas sulit yang harus dihadapi para tenaga pendidik di luar jalur aparatur sipil negara.
Komentar lainnya datang dari warganet yang membagikan pengalaman pribadi atau cerita orang terdekatnya. Beberapa menyebutkan bahwa ada guru honorer yang akhirnya memilih beralih profesi karena tidak mampu bertahan dengan kondisi ekonomi yang ada. Menurut mereka, keputusan tersebut bukan soal lemahnya idealisme, melainkan tuntutan hidup yang memaksa untuk mencari penghasilan lebih layak.
Selain itu, muncul pula suara yang mendorong adanya perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan guru honorer, termasuk melalui kebijakan yang berkelanjutan dan transparan. Video ini kembali menyoroti pentingnya perbaikan sistem remunerasi serta kepastian karier bagi guru honorer, yang selama ini menjadi bagian penting dalam mencerdaskan generasi bangsa.
