Kisah Pak Kirno Dipasung Selama 20 Tahun Atas Tuduhan Ilmu Gaib

Pak Kirno Dipasung Selama 20 Tahun

Kisah memilukan menimpa seorang pria bernama Kirno, warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah diketahui bahwa Kirno dipasung selama kurang lebih 20 tahun oleh keluarganya sendiri, dengan alasan kepercayaan dan ketakutan masyarakat sekitar.

Informasi tersebut viral di media sosial setelah proses pembebasan Kirno dilakukan oleh seorang relawan kemanusiaan, Purnomo, yang juga diketahui bertugas sebagai Kanit Binpolmas Polres Lamongan, bersama aparat kepolisian setempat. Pembebasan dilakukan dengan memotong jeruji besi yang telah dilas permanen dan selama bertahun-tahun menjadi tempat Kirno dikurung.

Selama dua dekade, Kirno hidup dalam kurungan besi yang sempit dan minim ruang gerak. Kondisi tersebut berdampak pada kesehatan fisiknya yang kian melemah. Ia tidak memiliki kebebasan untuk bergerak secara layak dan hidup dalam keterbatasan yang berkepanjangan.

Latar belakang pemasungan Kirno disebut berkaitan dengan kepercayaan sebagian keluarga dan warga yang meyakini ia memiliki ilmu rawarontek, sebuah anggapan mistis yang masih dipercaya di sebagian masyarakat. Kepercayaan tersebut membuat keluarga memilih melakukan pemasungan sebagai bentuk pencegahan, alih-alih membawa Kirno ke fasilitas kesehatan.

Namun, menurut Ipda Purnomo, kondisi Kirno tidak berkaitan dengan hal mistis. Ia menegaskan bahwa berdasarkan penilaian yang dilakukan, Kirno mengalami gangguan kejiwaan dan membutuhkan penanganan medis yang tepat. “Kalau kami berbicara secara medis, Pak Kirno mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Purnomo.

Purnomo menambahkan, langkah pembebasan ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan agar Kirno mendapatkan hak dasar sebagai manusia, termasuk perawatan dan pengobatan yang layak. Ia berharap Kirno dapat segera dibawa ke tempat perawatan untuk menjalani rehabilitasi secara medis dan sosial.

“Harapan kami, Pak Kirno bisa kami rawat dan mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga kondisinya berangsur pulih dan kembali sehat,” ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih terjadi di sejumlah daerah. Kasus Kirno menjadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan mental, peran keluarga, serta akses layanan kesehatan yang memadai agar kejadian serupa tidak terus terulang di masyarakat.

Share

Scroll to Top