Suara Serunee Kembali Menggema Saat Ramadan, Jadi Penanda Imsak dan Berbuka di Aceh

Serunee Ramadan

Suara serunee kembali menjadi perbincangan publik seiring datangnya bulan Ramadan. Rekaman bunyi khas tersebut viral di media sosial melalui unggahan akun TikTok @officialsirinee dan menarik perhatian warganet.

Di Aceh, serunee bukan sekadar suara pengeras, melainkan telah menjadi penanda tradisional waktu imsak dan berbuka puasa. Alat ini rutin diputar di masjid dan meunasah sebagai pengingat masuknya waktu ibadah selama Ramadan.

Meski masyarakat kini hidup di era digital dengan berbagai notifikasi dari gawai, keberadaan serunee tetap dipertahankan. Suaranya yang nyaring dan menggema memiliki pola nada bertahap, mulai dari rendah, meningkat ke nada sedang dan tinggi, lalu kembali mereda. Irama tersebut telah menjadi ciri khas yang mudah dikenali warga.

Menariknya, penggunaan serunee di Aceh diketahui mulai marak sejak awal tahun 2000-an. Alat ini disebut berasal dari produk Jepang yang sebelumnya digunakan sebagai sirene pada mobil pemadam kebakaran. Seiring waktu, perangkat tersebut dimodifikasi dan dimanfaatkan sebagai penanda waktu ibadah.

Kehadiran serunee menunjukkan bagaimana teknologi yang diadaptasi dapat bertransformasi menjadi bagian dari tradisi lokal. Hingga kini, suara tersebut tetap menjadi identitas tersendiri bagi masyarakat Aceh dalam menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan.

Lihat Video

Share

Scroll to Top