Sebuah video yang memperlihatkan fenomena yang disebut sebagai “badai laron” di Jembatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, menjadi perbincangan di media sosial. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (2/3/2026) malam.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat ribuan laron mengerumuni area jembatan hingga memenuhi ruang pandang pengguna jalan. Kepadatan serangga yang beterbangan membuat sejumlah pengendara memilih memperlambat laju kendaraan demi menjaga keselamatan.
Selain mengganggu jarak pandang, banyaknya laron yang jatuh dan menumpuk di permukaan jalan juga menyebabkan kondisi aspal menjadi licin. Situasi ini meningkatkan risiko tergelincir, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Dalam video tersebut tampak beberapa pengendara motor sempat terpeleset saat melintasi jembatan. Meski demikian, belum ada informasi lebih lanjut mengenai adanya korban luka dalam kejadian tersebut.
Fenomena kemunculan laron dalam jumlah besar umumnya terjadi pada musim tertentu, terutama setelah hujan, dan seringkali tertarik pada sumber cahaya di area terbuka.
Warga maupun pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan Jembatan Kertosono diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman guna mengantisipasi kondisi jalan yang berpotensi membahayakan.
