Gotong Royong Warga Desa Tobai Tengah Viral, 125 Juta dari TikTok untuk Perbaiki Jalan Rusak

Desa Tobai

Aksi gotong royong warga Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Warga setempat berhasil menggalang dana sebesar Rp125 juta melalui gift dari siaran langsung di platform TikTok untuk memperbaiki jalan desa yang mengalami kerusakan parah. Inisiatif ini ramai diperbincangkan karena dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang terdampak langsung kondisi infrastruktur tersebut.

Kegiatan penggalangan dana ini bermula dari keresahan warga terhadap kondisi jalan desa yang sudah bertahun-tahun rusak. Jalan tersebut dilaporkan licin, berlumpur, dan berlubang, terutama saat musim hujan. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan serta menghambat aktivitas warga, seperti menuju sawah dan pasar. Karena belum ada perbaikan yang terealisasi, warga kemudian berinisiatif mencari solusi secara mandiri.

Salah satu penggagas aksi swadaya tersebut, Hasan Ali Tamam, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan melalui akun TikTok bernama @swadaya93. Melalui fitur live streaming, warga membuka donasi dalam bentuk gift dari penonton. Hasan menyampaikan bahwa dari kegiatan tersebut berhasil terkumpul dana sekitar Rp125 juta. Pernyataan itu disampaikannya pada Rabu, 7 Januari 2026.

Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk membeli material perbaikan jalan. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Tidak hanya kaum pria, para ibu juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Perbaikan dilakukan di tiga titik jalan dengan total panjang sekitar 800 meter. Hasan menambahkan bahwa sekitar 70 persen dana berasal dari gift TikTok, sementara sisanya merupakan sumbangan langsung dari warga dan sejumlah tokoh masyarakat.

Menurut Hasan, aksi swadaya ini diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah agar melakukan perbaikan permanen menggunakan material yang lebih layak. Ia menyebut jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk bekerja, ke sawah, serta ke pasar. Ia juga menggambarkan bahwa saat hujan turun, kondisi jalan menjadi sangat licin karena campuran tanah dan air, ditambah lubang-lubang yang kerap menyebabkan pengendara terjatuh.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Tobai Tengah, Muhammad Ruji, membenarkan bahwa jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan desa. Ia menyampaikan bahwa dirinya mulai menjabat sebagai penjabat kepala desa sejak April 2025, dan pada saat itu kondisi jalan sudah dalam keadaan rusak. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan kerusakan tersebut terjadi.

Ruji menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu alasan belum adanya perbaikan dari pemerintah desa. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bergerak secara swadaya. Menurutnya, pemerintah desa belum dapat berbuat banyak karena keterbatasan dana yang tersedia. Aksi gotong royong warga ini pun menjadi contoh upaya bersama dalam menghadapi persoalan infrastruktur di tingkat desa.

Share

Scroll to Top