Jejak Angkutan Umum Legendaris Jakarta yang Kini Tinggal Kenangan

Metromini Jakarta

Jakarta memiliki sejarah panjang dalam perkembangan transportasi publik. Sebelum hadirnya sistem angkutan modern seperti Transjakarta, MRT, dan LRT, warga ibu kota mengandalkan berbagai moda angkutan umum tradisional untuk beraktivitas sehari-hari. Seiring perubahan kebijakan dan kebutuhan transportasi yang lebih aman serta ramah lingkungan, sejumlah angkutan umum legendaris tersebut kini tidak lagi beroperasi dan hanya tersisa dalam ingatan masyarakat.

Berikut beberapa angkutan umum yang pernah eksis dan menjadi bagian penting dari kehidupan warga Jakarta.

Metromini, Bus Oranye Andalan Warga

Metromini dikenal sebagai bus berwarna oranye yang melayani rute jarak jauh dengan tarif terjangkau. Kendaraan ini menjadi pilihan utama masyarakat, meski kerap identik dengan kondisi panas, sering berhenti lama untuk menaikkan penumpang, serta gaya berkendara yang agresif. Metromini akhirnya dihentikan operasionalnya karena faktor keselamatan dan usia armada yang sudah tua.

Kopaja, Bus Hijau Penopang Mobilitas Pekerja

Kopaja atau Koperasi Angkutan Penumpang Jakarta merupakan bus berwarna hijau yang melayani banyak trayek dari pinggiran menuju pusat kota. Angkutan ini setia mengantar pekerja setiap hari hingga akhirnya sebagian besar armadanya dialihkan atau digantikan oleh sistem transportasi terintegrasi.

Bajaj Oranye, Ikon Jalanan Jakarta

Bajaj oranye dengan mesin dua tak dan tiga roda menjadi simbol khas Jakarta selama puluhan tahun. Suaranya yang bising dan bentuknya yang unik membuatnya mudah dikenali. Seiring upaya pengurangan polusi, bajaj oranye dipensiunkan dan digantikan bajaj biru yang lebih ramah lingkungan.

PPD, Bus Pemerintah yang Kini Jadi Feeder

Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) merupakan angkutan bus milik pemerintah yang dikenal lebih tertib dalam jadwal. Saat ini, peran PPD telah bertransformasi sebagai armada pendukung atau feeder Transjakarta.

Kancil, Angkutan Kecil yang Pernah Populer

Kancil adalah angkutan berukuran kecil yang sempat populer karena kelincahannya di jalan sempit. Namun, karena keterbatasan kapasitas dan persaingan dengan moda lain, keberadaannya tidak bertahan lama.

Bemo, Roda Tiga di Kawasan Padat

Bemo merupakan kendaraan roda tiga yang sering dijumpai di kawasan pasar dan permukiman padat. Angkutan ini banyak digunakan pada masanya, sebelum akhirnya dilarang beroperasi karena dianggap tidak lagi sesuai dengan standar keselamatan.

Oplet, Angkutan Umum Paling Senior

Oplet menjadi salah satu angkutan umum tertua di Jakarta. Kendaraan berbentuk mobil tua dengan kapasitas penumpang cukup banyak ini populer pada era 1960–1970-an. Seiring modernisasi transportasi, oplet secara bertahap dihapus dari jalanan ibu kota.

Warisan Transportasi Perkotaan

Meski sudah tidak lagi beroperasi, berbagai angkutan umum tersebut memiliki nilai historis dalam perjalanan Jakarta sebagai kota metropolitan. Kehadirannya menjadi saksi perubahan zaman sekaligus bagian dari cerita keseharian warga ibu kota di masa lalu.

Share

Scroll to Top