Konser grup musik WALI Band bertajuk RADJA x WALI IDEA LIVE ARENA yang digelar di Petaling Jaya, Malaysia, pada Sabtu (10/1/2026), menuai kekecewaan dari para penonton. Penampilan WALI Band harus dihentikan secara tiba-tiba setelah sistem tata suara panggung dimatikan sebelum konser berakhir.
Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan luas di media sosial, baik di Indonesia maupun Malaysia. Banyak penggemar mempertanyakan alasan terhentinya konser yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Penyelenggara Beri Penjelasan Resmi
Menanggapi polemik tersebut, pihak penyelenggara yang terdiri dari Impian Al Fateh Sdn. Bhd, GIS Entertainment, dan Infinity Love Creative Ventures (ILCV Events) menyampaikan klarifikasi terkait kronologi kejadian. Mereka menjelaskan bahwa penundaan awal konser dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah.
Menurut penyelenggara, konser sengaja tidak dimulai saat azan Isya berkumandang dan ketika jemaah masih melaksanakan salat. Waktu salat Isya di lokasi konser dimulai sekitar pukul 20.30 malam dan berakhir sekitar pukul 20.40 malam waktu setempat.
“Penundaan ini bukan dilakukan secara sengaja untuk merugikan pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sensitivitas keagamaan dan masyarakat sekitar,” ujar perwakilan penyelenggara dalam keterangan resminya.
Persoalan Batas Waktu Izin Acara
Penyelenggara juga mengungkapkan bahwa kegiatan hiburan di dalam ruangan umumnya memiliki batas waktu hingga pukul 01.00 dini hari, sementara acara luar ruangan dibatasi sampai pukul 00.00 malam. Untuk memastikan penampilan WALI Band dapat berlangsung optimal, mereka mengaku telah mengajukan permohonan perpanjangan waktu hingga pukul 00.30 dini hari kepada pihak berwenang.
Baca juga : Menkes Ingatkan Perempuan Waspadai Pasangan Perokok, Red Flag
Langkah tersebut, menurut penyelenggara, dilakukan demi kepuasan penonton. Namun, pada saat pelaksanaan konser, pihak pengelola IDEA LIVE ARENA disebut meminta bukti izin perpanjangan waktu secara tertulis dengan stempel resmi dari Majlis Bandaraya Petaling Jaya (MBPJ), yang belum dapat ditunjukkan saat itu.
Menjadi Perhatian Publik
Perbedaan pandangan terkait perizinan dan teknis pelaksanaan acara inilah yang akhirnya berujung pada penghentian penampilan WALI Band. Hingga kini, kejadian tersebut masih menjadi perhatian publik dan memicu diskusi mengenai pengelolaan konser lintas negara, khususnya terkait perizinan, manajemen waktu, dan sensitivitas budaya setempat.
