Usulan Ganti Nama QRIS Ramai di Media Sosial, Netizen Beri Respon Lucu

QRIS

Sistem pembayaran QRIS kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, perhatian publik tertuju pada usulan sejumlah warganet yang menilai nama QRIS terdengar terlalu “kebarat-baratan” dan kurang mencerminkan identitas Indonesia. Pandangan tersebut memicu diskusi luas, disertai beragam respons kreatif dari pengguna internet.

QRIS merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Kehadirannya bertujuan menyederhanakan sistem pembayaran digital di Tanah Air melalui konsep “Satu untuk Semua”, di mana satu kode QR dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pembayaran.

Melalui QRIS, masyarakat dapat melakukan transaksi menggunakan beragam dompet digital dan layanan perbankan, seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, hingga mobile banking dari berbagai bank. Sistem ini dirancang agar proses pembayaran menjadi lebih praktis, cepat, dan aman.

Tidak hanya menguntungkan konsumen, QRIS juga memberi kemudahan bagi para pedagang. Dengan satu kode QR terintegrasi, pelaku usaha tidak perlu lagi menyediakan banyak kode dari penyedia layanan pembayaran yang berbeda. Hal ini dinilai lebih efisien dan mendukung ekosistem transaksi non-tunai.

Di tengah perdebatan soal penamaan, reaksi netizen justru banyak diwarnai candaan. Sejumlah pengguna media sosial mengusulkan nama alternatif dengan singkatan unik dan bernuansa humor. Mulai dari akronim yang terdengar lucu hingga plesetan kreatif, warganet tampak berlomba-lomba menghadirkan ide yang mengundang tawa.

Beberapa komentar yang viral antara lain usulan “UPIL” yang merupakan singkatan dari Uang Pembayaran Indonesia Digital, “BATU” atau Bayar Aman Tanpa Uang, hingga “UTANG” yang diartikan sebagai Untuk Transaksi Antar Nasabah Global. Meski bernada jenaka, respons tersebut mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap perkembangan sistem pembayaran digital nasional.

Perbincangan ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya menjadi bagian penting dalam transaksi sehari-hari, tetapi juga telah masuk dalam ruang diskusi dan budaya populer masyarakat digital Indonesia.

Share

Scroll to Top